Kurikulum

Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan.

Kurun waktu pergantian kurikulum biasanya disesuaikan dengan maksud dan tujuan dari sistem pendidikan yang dilaksanakan.

Fungsi kurikulum secara umum sebagai berikut.

  1. Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
  2. Kurikulum merupakan program yang harus dilaksanakan oleh guru dan siswa dalam proses belajar mengajar guna mencapai tujuan-tujuan itu.
  3. Kurikulum merupakan pedoman guru dan siswa agar terlaksana proses belajar mengajar dengan baik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.

Dalam rangka mengingatkan kembali perkembangan kurikulum di Indonesia, berikut paparan singkatnya yang disari dari berbagai sumber.

Rencana Pelajaran 1947

Kurikulum pertama pada masa kemerdekaan memakai istilah “leer plan“. dalam bahasa Belanda artinya Rencana Pelajaran. Lebih populer daripada curriculum dalam bahasa Inggris. Asas pendidikan ditetapkan Pancasila. Rencana pembelajaran 1947 baru dilaksanakan di sekolah tahun 1950. Rencana pelajaran 1947 mengurangi pendidikan pikiran. Yang diutamakan pendidikan watak, kesadaran bernegara dan bermasyarakat, materi pelajaran dihubungkan dengan kejadian sehari-hari, perhatian terhadap kesenian dan pendidikan jasmani.

Kurikulum 1964

Fokus pada pengembangan daya cipta, rasa, karsa, karya, dan moral. Mata pelajaran diklasifikasikan pada 5 kelompok bidang studi : moral, kecerdasan, emosional/artistik, keterampilan, dan jasmaniah.

Kurikulum 1968

Menekankan pada pendekatan organisasi materi pelajaran : kelompok pembinaan Pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Muatan materi pelajaran bersifat teoritis.

Kurikulum 1975

Menekankan pada tujuan agar pendidikan lebih efektif dan efisien. Jaman ini dikenal istilah Satuan Pelajaran, yaitu rencana pelajaran setiap satuan bahasan. Setiap satuan pelajaran dirinci : Petunjuk Umum, Tujuan Instruksional Khusus (TIK), Materi Pelajaran, Alat Pelajaran, Kegiatan Belajar-Mengajar, dan Evaluasi.

Kurikulum 1984

Mengutamakan pendekatan proses (process skill approach). Posisi siswa ditempatkan sebagai subjek belajar, dari mengamati sesuatu, mengelompokkan, mendiskusikan, hingga melaporkan. Model ini disebut Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA).

Kurikulum 1994

Materi muatan lokal disesuaikan dengan kebutuhan daerah masing-masing, seperti bahasa daerah, kesenian, dll.

Kurikulum 2004

Istilah lainnya adalah Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Setiap pelajaran diurai berdasar kompetensi, apa yang mesti dicapai siswa. Secara juridis, kurikulum ini belum pernah disahkan sebagai kurikulum oleh Menteri Pendidikan Nasional.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006

Guru lebih diberikan kebebasan untuk merencanakan pembelajaran sesuai dengan lingkungan dan kondisi siswa serta kondisi sekolah. Kompetensi Dasar (KD) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) setiap mata pelajaran ditetapkan oleh departemen Pendidikan Nasional melalui Permendiknas.

Kurikulum 2013

Dikembangkan untuk meningkatkan capaian pendidikan dengan 2 strategi utama yaitu efektifitas pembelajaran pada satuan pembelajaran dan penambahan waktu pembelajaran di sekolah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s